Senin, 17 April 2017

Panduan Menyusun MPASI WHO

Alhamdulillah...baby Nizam sebentar lagi masuk usia 6 bulan, itu artinya sudah saatnya makan atau istilah kerennya Makanan Pendamping Air Susu Ibu - selanjutnya disingkat menjadi MPASI-MPASI sudah mulai diberikan karena ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan energi dan nutrisinya. 

MPASI yang baik adalah kaya energi, protein, mikronutrien yang meliputi zat besi, zinc, kalsium, yodium, vitamin A, vitamin C dll, mudah dimakan anak, disukai anak, berasal dari bahan makanan lokal dan utama di tempat kita tinggal, terjangkau, dan mudah disiapkan.

WHO sebagai badan kesehatan dunia sejak tahun 2010 memperbaharui panduan pemberian makan bagi bayi dan dan anak, yang dikenal dengan prinsip AFATVAH:

1. Age: usia pemberian MP-ASI
MP-ASI diberikan saat bayi berusia 6 bulan berdasarkan kesiapan pencernaan bayi. Resiko pemberian MP-ASI dini sebelum usia 6 bulan akan memperbesar resiko alergi, diare dan penurunan produksi ASI. Pemberian MP-ASI telat bulan dapat menyebabkan bayi tidak mendapat cukup nutrisi, sehingga mengalami defisiensi zat besi, tumbuh kembang yang terhambat.

2. Frequency (frekuensi MPASI)
Frekuensi MPASI makanan utama/makan besar diberikan bertahap 2 – 3 kali sehari.
* Pada umur 6 – 8 bulan 29 hari, frekuensi MPASI makanan utama (makan besar) diberikan 3 kali. Berikan snack seperti biskuit atau buah matang 1 – 2 kali sehari.
* Pada umur 9 – 11 bulan 29 hari,frekuensi MPASI makanan utama (makan besar) diberikan 3 – 4 kali sehari. Berikan snack 1 – 2 kali sehari.
* Pada umur 12 – 24 bulan, frekuensi MPASI makanan utama (makan besar) diberikan 3 – 4 kali sehari dan juga 1 – 2 kali snack tambahan.

3. Amount (jumlah takaran MPASI)
Frekuensi pemberian MPASI menyesuaikan dengan kapasitas lambung bayi dan rata-rata kandungan kalori. Kandungan kalori pada bubur MPASI diperkirakan sekitar 0,8 kcal/gram.
🍜 Pada awal MPASI di umur 6 bulan jumlah takaran makanan MPASI yang diberikan sekitar 2 – 3 sendok makan per kali pemberian.
🍜 Pada umur 6 – 8 bulan 29 hari, jumlah takaran makanan MPASI dinaikkan bertahap dari 2 – 3 sendok makan menjadi ½ cangkir/mangkok (125 mL) per kali pemberian. Jadi saat bayi umur 6 bulan 2 minggu diharapkan sudah lancar makan sehingga bisa diberikan takaran setengah mangkok (125 mL)  saat makan. –> ukuran cangkir/mangkok yg digunakan 250 mL.
🍜 Pada umur 9 – 11 bulan 29 hari, jumlah takaran makanan MPASI dinaikkan bertahap menjadi ½ cangkir/mangkok (125 mL) –> ukuran cangkir/mangkok 250 mL.
🍜 Pada umur 12 – 24 bulan, jumlah takaran makanan MPASI dinaikkan bertahap menjadi ¾ – 1 cangkir/mangkok (175 – 250 mL) –> ukuran cangkir/mangkok 250 mL.

4. Thickness (tekstur makanan)
Tekstur makanan yang diberikan disesuaikan dengan usia bayi;
🍲 6 bulan tekstur makanan yang diberikan adalah makanan lumat/halus (bubur saring, pure atau makanan yang ditumbuk/dihaluskan). Pastikan tekstur makanan MPASI tidak terlalu cair atau encer, jadi gunakan sedikit saja air, tandanya jika sendok dimiringkan bubur tidak tumpah.
 🍲 Pada umur 8 bulan bayi sudah bisa dikenalkan dengan makanan finger food.
🍲 Pada umur 9 – 11 bulan 29 hari tekstur makanan MPASI dinaikkan menjadi makanan lembek (nasi tim, bubur tanpa disaring, makanan dicincang halus atau irisan makanan-lunak).
🍲 Pada umur 12 bulan tekstur makanan MPASI bayi sudah bisa memakan makanan meja keluarga: makanan yang dicincang kasar, diiris atau dipegang tangan.


5. Variety (jenis),
Bayi berumur 6 bulan sistem pencernaan termasuk pankreas telah berkembang dengan baik sehingga telah mampu mengolah, mencerna serta menyerap berbagai jenis/varietas bahan makanan selain ASI. Ginjal bayi umur 6 bulan juga telah berkembang dengan baik sehingga mampu mengeluarkan produk sisa metabolisme termasuk dari bahan pangan tinggi protein seperti daging. Jadi berikan aneka ragam bahan makanan bergizi yang mudah dijangkau sesuai kearifan lokal. Agar bayi tumbuh berkembang dengan baik sebaiknya kawal dengan pemberian menu protein hewani plus nabati.

6. Active/responsive feeding
MPASI bukan hanya sekedar makanan namun juga cara makan, kapan waktu makan, tempat makan, dan faktor pemberi makanan sehingga dalamMPASI WHO ini juga diperhatikan faktor psikososial anak.
- Suapi bayi dan perhatikan anak yang lebih besar serta beri bantuan bila dia membutuhkan.
- Beri anak makanan dengan sabar dan penuh perhatian, dorong anak untuk mau makan namun jangan paksa anak untuk makan.
- Jika anak menolak makan, coba ganti kombinasi makanan, rasa, tekstur dan metode makan.
- Minimalisasi gangguan saat anak makan jika anak tipe yang mudah teralihkan perhatiannya.
- Waktu makan adalah saatnya anak untuk belajar dan waktu keluarga mencurah cinta dan saling berkomunikasi sehingga ajak anak untuk mengobrol dengan kontak mata yang penuh kehangatan.
- Jika anak menolak sendok coba berikan makan dengan menggunakan tangan. Pastikan tangan ibu bersih yaa.

Metode pemberian makan aktif responsif (jadi ibu menyuapi anak tapi anak juga dilibatkan secara aktif untuk makan) telah terbukti dari berbagai penelitian yang dilakukan bisa membuat anak makan lebih banyak.
Cara pemberian makan aktif responsif:
🍝 Berikan anak makanan dalam piring tersendiri sehingga ibu bisa mengukur banyaknya makanan yang dimakan anak.
🍝 Beri makan dengan alat makan sesuai perkembangan umur anak serta budaya setempat, ada beberapa kebudayaan yang memberikan sendok yang lebih kecil bagi bayi. Bayi yang lebih besar akan tertarik untuk makan sendiri, berikan dia sendok untuk berpartisipasi menyuapkan makanan ke dalam mulutnya sambil dibantu oleh ibu.

7. Higiene.
MPASI WHO sangat menekankan kebersihan. Pada masa-masa ini bayi sangat rentan terkena diare sehingga ibu harus memastikan kebersihan makanan, air, alat makan, proses memasak dan tangan (pemberi makan maupun bayi).
* Cuci tangan ibu dan bayi dengan air serta sabun saat mau memasak, mau makan dan setelah dari toilet (sabun biasa, tidak perlu sabun antibakteri).
* Disarankan menggunakan peralatan makan yang mudah dibersihkan seperti cangkir, mangkok dan sendok, bukan botol-sendok, dot atau pipet.
* Makanan bayi bisa disimpan di kulkas dalam rentang yang tidak terlalu lama (misal ibu bekerja menyiapkan makanan untuk 1 hari, jangan 3 hari apalagi 1 minggu yah)
* Masak dengan benar hingga makanan matang. Bubur bayi yang tidak disimpan di kulkas sebaiknya segera digunakan dalam waktu 2 jam.
* Pastikan makanan mentah yang dimakan bayi bersih dan aman. Pisahkan makanan mentah dan matang.


Sumber :
https://www.google.co.id/amp/s/duniasehat.net/2014/02/11/makanan-pendamping-asi-mpasi-who/amp/

http://zonamama.com/panduan-mpasi-dengan-metode-who-edisi-lengkap/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...